Sulit Menurunkan Berat Badan???

1 comments

Tak sedikit orang yang sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan namun angka di timbangan tak kunjung turun. Setidaknya ada 6 alasan yang membuat orang sulit menurunkan berat badan. Apa saja?

Menurunkan berat badan bukanlah hal yang mudah bagi beberapa orang. Banyak yang sudah mencoba berbagai cara diet dan olahraga namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Berikut 6 alasan yang membuat orang susah menurunkan berat badan, seperti dilansir huffingtonpost, Jumat (4/11/2011):

1. Suka mengandalkan transportasi yang nyaman
Beberapa orang sudah mencoba berbagai macam cara diet, tetapi dia tidak bisa meninggalkan transportasi yang membuatnya nyaman dan malas bergerak, misalnya lebih memilih menggunakan lift ketimbang naik tangga meski hanya 1 atau 2 lantai dan parkir sangat dekat dengan pintu masuk kantor.

Orang menganggap remeh hal-hal kecil ini, padahal jika Anda terbiasa naik tangga di tempat kerja, mall atau di rumah, itu sudah bisa membakar lemak hingga 225 kalori atau lebih. Berjalan sedikit jauh dari tempat parkir sudah membakar 30 kalori.

2. Tak bisa meninggalkan diet soda
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan lebih memiliki diet soda karena menganggap minuman bersoda tersebut tidak mengandung kalori dan bisa membantu diet. Sayangnya, penelitian saat ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi pemanis buatan pada diet soda dan berat badan.

Sebuah penelitian di jurnal Diabetes Care menemukan bahwa konsumsi harian diet soda dikaitkan dengan risiko 36 persen lebih besar terkena sindrom metabolik dan 67 persen risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi diet soda. Studi lain dalam jurnal Behavioral Neuroscience menemukan bahwa konsumsi produk yang mengandung pemanis buatan menyebabkan kenaikan berat badan akibat perubahan proses normal fisiologis tubuh.

3. Terbiasa mencium makanan dan makan di depan televisi
Mencium dan merasakan makanan adalah salah satu kenikmatan utama dari kehidupan. Sayangnya, sebuah studi 2010 di Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa menambahkan rangsangan selama waktu makan tidak hanya meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi tetapi juga meningkatkan jumlah kalori.

Selanjutnya, sebuah studi 2004 di American Journal of Lifestyle Medicine menemukan hubungan antara menonton televisi, obesitas dan sindrom metabolik. Makan di meja makan bersama keluarga dan rekan kerja bisa mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda.

4. Teman Anda tidak mendukung
Meski Anda giat melakukan usaha untuk menurunkan berat badan, namun bila teman-teman tetap menggoda dan tidak mendukung program diet Anda, maka Anda akan sangat sulit dan butuh usaha ekstra untuk bisa menurunkan berat badan.

5. Menjadi 'liar' saat akhir pekan
Anda mungkin melakukan diet ketat selama hari kerja namun menjadi 'liar' dan makan apa saja yang mengandung kalori tinggi di akhir pekan. Penurunan berat badan adalah masalah angka, ketika Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori dari kalori yang Anda keluarkan, maka Anda akan berhasil menurunkan berat badan.

Tapi ketika di akhir pekan Anda menjadi 'liar' dengan makan banyak kalori sedangkan tak banyak energi yang Anda keluarkan untuk menonton televisi atau hanya sekedar tidur-tiduran, maka jelas berat badan Anda akan naik kembali.

6. Tidur kurang dari 5 jam
Tidur sangat baik untuk menyegarkan otak, kulit dan membantu menurunkan berat badan. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mengubah hormon pencernaan yang bertanggung jawab untuk kelaparan dan sinyal kenyang. Kurangnya tidur dapat menyebabkan hilangnya kontrol terhadap rasa kenyang sehingga membuat Anda akan makan lebih banyak. Tidurlan 6-8 jam setiap malam untuk mendapatkan produktivitas tubuh yang baik, termasuk membantu menurunkan berat badan.

sumber:detikhealth

Dari Nyopet sampe Ngerampok

0 comments
Dua bulan terakhir banyak sekali berita di TV meliput kekerasan yang terjadi di dalam angkutan umum -khusunya di wilayah ibukota. Aksi yang melibatkan sejumlah kawanan pencopet ini sebenarnya sudah sering terjadi sejak sepuluh tahun silam -saat saya sendiri masih sibuk bolak-balik ngangkot untuk acara perkuliahan. Saya pun pernah sekali mengalami tragedi ini.

Saat itu, saya duduk di pojok kursi -buritan belakang. Lalu, seorang bapak yang juga duduk di pojok berhadapan langsung dengan saya menjatuhkan koin ke bawah tempat duduk saya (kolong bangku angkot). Modus ini mungkin sudah pasaran, jadi saya tidak perlu melanjutkan adegan demi adegan yang dilakukan bapak tersebut. Namun, tiba-tiba handphone saya -yang kebetulan saya taruh di kantong jeans sebelah kiri- sudah keluar 2/3 dari kantong.

Jika, saya bilang HP saya itu keluar dengan sendirinya, maka cerita ini akan bernuansa mistis. Tapi, tidak demikian keadaannya. Sang pencopet yang ada dalam angkot tidak cuma satu, tapi lebih dari 3 orang. Dan, kawanan itupun sudah mempunyai tugas masing-masing.

Untunglah, saya segera tersadar bahwa HP saya sedang jadi target kawanan. Dan, saya pun tidak bisa berbuat apa-apa khawatir kawanan itu bertindak lebih jauh jika saya teriak. Itulah penggalan pengalaman yang saya alami di angkutan umum berkaitan dengan judul di atas.

Sekarang, kawanan itu kembali beraksi dengan cara yang lebih tidak manusiawi. Korban yang kebetulan wanita tidak hanya dilucuti harta bendanya. Tapi, mereka dengan nafsu biadabnya memperkosa korban beramai-ramai. Bahkan -demi menutup jejak- mereka dengan tega menghilangkan nyawa sang korban.

Di beberapa trayek angkutan umum ibukota, sopir/kernet juga ikut terlibat. Mereka bekerja sama dalam melakukan kejahatan ini.

Tulisan ini ada berdasarkan pengalaman saya pribadi serta penuturan kerabat yang juga pernah jadi korban.

Trayek angkutan umum yang mesti diwaspadai :
Cikokol ke arah Ciledug (Tangerang) dan Ciledug ke arah Kebayoran Lama (JakSel).

Mudah-mudahan info ini bermanfaat.


Orsinilkah Tindakan Kita?

0 comments
Kapan kita semestinya tertawa, menangis, merajuk, mengiba, bahkan menjilat???

Kadang, sikap yang kita pertunjukkan adalah refleksi dari sikap orang lain. Tidak jarang, respon yang kita tunjukkan berlebihan. Wajarlah jika kita sering sekali mengenal istilah; Salah Tingkah, Mati Gaya, Buang Gaya, atau apapun itu namanya.

Jadi, kira-kira bagaimana kita seharusnya bersikap tepat atau tepat bersikap???

Sebelum lebih jauh, dimanakah letak perbedaan sikap dengan tindakan?? Saya yakin pembaca sekalian punya jawaban untuk pertanyaan yang satu ini.

Saya akan mencoba jujur untuk menjabarkan sesuatu yang berkaitan dengan 'Tindakan Orsinil' jika di-Englishkan kira-kira akan berbunyi 'The Original Action'. Inipun akan saya batasi seputar kehidupan sehari-hari yang seringkali terlewatkan oleh mata duniawi.

Sesungguhnya, membangun komunikasi, dilanjutkan dengan bersikap, dan bermuara pada hasil dari tindakan kita sebagai manusia normal kadang sering kesasar untuk kembali kepada diri sendiri -dalam arti menjadi diri sendiri. Benar adanya, jika ada pepatah mengatakan 'cermin kita di masyarakat adalah mata orang lain'. Dan, untuk menerima tulisan yang saya buat ini secara bijak pun, mungkin hebat sulit bukan main. Tentunya, saya berasumsi bahan ini sudah melalui proses filterasi terlebih dahulu dalam kepala kita.

Hidup yang kita sama-sama jalani bukan hanya sebatas berpejam di kamar, mengunyah di dapur, dan berjongkok di toilet. Apalagi, orang kantoran yang setiap harinya bertemu dengan orang lain secara formal maupun sebaliknya. Mulai dari berangkat ke tempat kerja, entah itu menumpang angkutan atau bawa kendaraan pribadi. Banyak hal yang terbaca di jalan saat berangkat. Sadar atau tidak, hal ini menentukan sikap dan tindakan setibanya di tempat kerja.

Emosi, ego dan gamang yang dibawa dari rumah bisa saja menguap saat kita berpapasan dengan orang lain yang kita kenal di jalan. Mungkin juga tidak. Semua tergantung kebutuhan kita, apakah perlu melanjutkan ke tahap komunikasi langsung.

Beberapa sikap yang saya tangkap dan mampu mempengaruhi tindakan kita ke depan:

  1. 'Basa-Basi' adalah salah satu sikap yang tidak asli. Seseorang yang sering membubuhi basa-basi di awal percakapan, memiliki keterbatasan untuk mengupayakan diri yang sebenarnya. Basa-basi perlu, tapi takarannya mestilah tepat.
  2. 'Gugup' saat berbincang. Bisa jadi, informasi yang kita lihat dan dengarkan dari orang yang mudah gugup kurang valid. Maka, perlulah penekanan intonasi saat berbicara dengan orang seperti ini.
  3. 'Pecicilan' atau 'Kebanyakan Gaya'. Sudah pasti bukan sikap yang orsinil. Banyak orang dekat yang meyakinkan kita dengan ucapan seperti "Dia memang gayanya seperti itu..." Saya rasa pernyataan seperti itu kurang tepat. Karena, pribadi asli seseorang dapat kita baca saat dia mengalami dua hal yang paling kental dalam hidup, Suka dan Duka.
  4. Dan, masih banyak lagi yang masih bisa Pembaca sekalian tambahkan.

Boleh jadi, 'banyak gaya' terlihat saat seseorang berada pada masa-masa suka atau bahagia. Apakah sikap itu masih ada saat dia bertemu dengan masa-masa dukanya sendiri? saya rasa jawabannya tidak.

Nah, untuk mengetahui pribadi dan jenis tindakan yang kerap dilakukan dalam mengatasi masalah pada seseorang adalah = Masa Suka (+) Masa Duka (:) dibagi 2.

Sudah punya jawaban??? Jika rekan Pembaca berkenan, tidak ada salahnya share di sini untuk memberi hasil yang tepat berkaitan rumus di atas.




Masa Depan, Sekarang atau Nanti?

0 comments
Sore itu saya tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan kawan yang kebetulan baru saja menjadi ayah bagi seorang anak lelaki yang lahir 48 jam sebelumnya melalui proses cesar.
"Masa depan gue begini amat ya..?" kira-kira begitulah ucapnya, sedikit lirih.
Padahal, kawan saya ini baru saja memiliki satu anak. Bahkan, usianya sendiri belum genap 25 tahun. Kira-kira, apa maksud pernyataannya barusan?? JAWABANNYA.., saya yakin pembaca yang budiman punya jawaban sendiri demi menyikapi pernyataan tersebut.
Giliran saya coba menanggapi. Jujur, saat itu saya tidak berkomentar apa-apa atas kesan yang saya kira berunsur kekecewaan terhadap diri sendiri itu. Karna, pada akhirnya kita semua diberikan kebebasan memilih untuk mengungkapkan apa yang dirasa kepada siapa yang diinginkan 'pada saat itu'.
Terkait judul yang saya bubuhkan untuk bahasan ini, mudah-mudahan dapat memancing opini kawan-kawan pembaca, pastinya respon positif yang kita sama-sama harapkan.
Judul di atas adalah guratan manifestasi dari apa yang saya rasakan pada saat mendengar pernyataan kawan saya tadi. 'Waktu', 'Timing', adalah keyword yang pertama kali saya tangkap. Keadaan dia saat itu menentukan sekali lahirnya pernyataan yang dia buat. Artinya, ada proses yang dilewatinya, entah itu sesuatu yang dapat di-handlenya dengan baik atau tidak. Masa depan yang dikalimatkan bernada subyektif, yang pada akhirnya sesuatu 'masa depan' telah dan akan menentukan pilihannya sekarang atau nanti. Bukannya naif, pada dasarnya kita pun sering berpikir demikian.
Nah, mari kita coba meng-klasifikasikan masa depan berdasarkan waktu.
Contoh, di usia yang relatif muda (15-20th) seorang anak telah mendapatkan sesuatu atau pekerjaan yang dicita-citakan sejak kecil. Dan, sesuatu yang dia dapatkan prospektif bagus baginya. Maka, saya rasa anak itu sedang menjalani masa depannya dengan gemilang. Masa depan sifatnya amat relatif, relatifitas ini bergantung dari diri sendiri kapan seharusnya masa depan itu diraih? kisah sebaliknya dari contoh di atas, mungkin pembaca dapat meng-ilustrasikannya lebih baik lagi.
Kembali lagi, semuanya bergantung pada sudut pandang pembaca sekalian.


Menulis Dari Bisikan

0 comments
Bagi sebagian orang, khususnya pekerja yang punya partner setianya pena- menulis itu mudah. Namun, bagi sebagian orang lagi, khususnya yang partner setianya obeng- menulis itu amat sulit. Kalau seperti saya sendiri, yang punya kerjaan dan partner setianya adalah pena dan obeng- kira-kira gimana???

Menurut orang bijak, untuk dapat menulis diperlukan apa yang disebut dengan visi. Di dalam visi tersebut banyak tujuan dan harapan yang bisa dijabarkan menjadi bagian-bagian yang mungkin ingin diekspos penulis atau didengar pembaca sendiri.

Saya sendiri sependapat, walau saya jauh dari predikat sebagai seorang penulis. Kata, frasa, atau bahkan mungkin kalimat-kalimat yang saya dapatkan berasal dari Spanyol (Separuh Nyolong). Bisa nyolong dari buku, obrolan, mungkin juga dari media cetak dan elektronik. Tapi, pernahkah terpikir, kita dapat menulis yang sumbernya berasal dari bisikan-bisikan dalam kepala kita sendiri? (Bukan mistis). Jawabnya, dimungkinkan bisa.

Di sini, saya bilang dimungkinkan bisa. Karena, tidak setiap orang dapat memanfaatkan bisikan-bisikan itu. Juga tidak pernah menyadari bisikan-bisikan itu perlu diungkapkan atau ditulis. Bisikan ini sering kali diabaikan, karena jika terlalu lama didengarkan akan ada sedikit efek samping, yaitu pusing. Bisikan itu sesungguhnya anugrah tak ternilai yang pernah diberikan Tuhan kepada kita selaku manusia, bisikan itu membedakan kita dengan makhluk lainnya di muka bumi ini, bisikan itu adalah akal pikiran.

Tidak perlu bahan, untuk dapat menulis. Kita hanya perlu berusaha mendengar apa yang dibisikan isi kepala kita. Sisi visual yang perlu kita tangkap hanyalah karakter suatu benda yang sedang kita lihat. Sisanya, biarkan pikiran yang berperan. Tangkaplah apa yang pertama kali terbesit dalam pikiran anda, dan tuliskan. Selebihnya, tinggal perluas apa yang tertangkap tadi menurut versi anda sendiri. Dan, lakukan tangkapan berikutnya dengan membaca karakter suatu benda untuk kesekian kali pada saat menemukan jalan buntu.

Yang tidak kalah pentingnya dalam menulis adalah kejujuran. Berani menulis jujur kadang sulit untuk diterapkan. Karena, berani jujur pada apa yang kita pikirkan, lalu dituangkan pada tulisan berarti menjaga kualitas dan ke-orsinilan karya kita sendiri. Buang jauh-jauh bayangan respon atau opini negatif dari pembaca. Siapa tahu, kritik atau cercaan yang kita terima adalah tangga yang membangun tulisan kita menuju tingkat yang lebih baik.

Se-sederhana itukah menulis???? Tentu tidak. Karena, pada akhirnya andal-ah yang lebih tahu siapa dan bagaimana anda.





SMS Lebaran

0 comments

Salah satu kegiatan yang mustahil diabaikan adalah membalas dan mengirim SMS Lebaran. Luar biasa peran SMS ini dalam menyiapkan paket lebaran yang praktis, efisien, dan murah.

Begitu praktisnya hingga sekian silaturahmi hanya butuh sekian pencetan. Begitu efisien karena hanya dengan mengetik satu ucapan, kita bisa menduplikasi sebanyak yang kita suka. Begitu murah karena hanya cukup dengan ratusan perak, kita bisa menjangkau seseorang yang malah sedang pergi ke lain benua.

Begitulah gaibnya sebuah berkah, ia sekaligus menggandeng musibah. Karena begitu praktisnya sehingga yang praktis itu malah demikian menyita kegiatan kita. Karena gampang, seringlah kita melakukannya. Karena sering, jadilah kita selalu melakukannya. Karena selalu, jadilah waktu kita habis untuk melakukannya.

Tak aneh jika sudah jauh-jauh kita mudik, sudah capek kita muter menemui kerabat dan saudara tapi setelah bertemu, kerjan kita cuma mencet-mencet keypad handphone. Suami mencet, anak-anak mencet, istri mencet, lupalah kita pada saudara jauh yang berada di depan mata. Tapi, Oooh, saudara itu pun manusia biasa seperti kita. Jika kita ber-handphone, mereka punya juga. Jika kita mencet, mereka mencet juga. Jadi, susah-susah kita saling ketemu, akhirnya cuma saling menghabiskan waktu untuk saling pencet bagi seseorang yang jauh dan tidak sedang di depan kita. Inilah paradoks handphone, ia mendekatkan orang jauh dan menjauhkan orang dekat.

Begitu murah SMS, maka begitu gampang kita mengirim dan membalasnya. Karena gampang jadi sering, karena sering jadi selalu. Karena selalu jadi mahal. Karena mahal boroslah hidup kita hanya karena tipuan sang murah itu.

Begitu efektifnya SMS ini sebagai ganti silaturahmi. Begitu efektifnya sehingga berlaku rumus satu ucapan untuk semua. Satume, satu ucapan rame-rame. Maka, ucapan yang sampai ke saya adalah ucapan yang juga sampai ke Anda. Anda dan saya sama saja. Yang saya pun jadi kita. Dan, di dalam kita, unsur saya menjadi tak penting lagi. Ketika kita menerima ucapan generik semacam ini, ada perasaan bahwa kita cuma sebagai kita, bukan saya. Kita hanya menjadi elemen dari yang banyak. Tidak ada yang khusus dari kita.

Setiap kali kita mendengar denging SMS di handphone, kita tidak tegang lagi. Ah, paling begitu-begitu juga. Kita tersanjung atas kiriman SMS dari para sahabat, kerabat, dan saudara itu. Kita mencintai mereka dan mereka pun pasti mencintai kita. Tapi, sebagaimana layaknya orang yang mencintai, ia menolak untuk dimadu. Jika ucapan yang saya terima adalah juga ucapan yang di dikirim ke banyak manusia, apa boleh buat, saya terpaksa merasakan dilema perasaan itu: Bahagia karena dicintai sekaligus sedih karena dimadu.

Maka, ketika di antara berondongan SMS itu masih terselip nama kita di dalamnya, ada SMS yang ditulis khusus untuk kita, ia akan segera menjadi SMS yang berbeda. Ia dekat, khusus dan penuh cinta. Ia sungguh SMS yang menggoda untuk kita segera membalasnya dengan kekhususan pula.

"Jika engkau mencintai saudaramu, kenapa engkau tak menggenapi cintamu dengan mengetikkan namanya dalam SMS mu. Karena hanya dengan menambahkan nama yang tak seberapa itu, engkau akan mendapatkan cinta saudaramu dengan kualitas yang tak pernah engkau duga sebelumnya."

Inspired by Prie GS.

Kebelet B-A-B (Buang Air Besar) Setelah Minum Kopi

0 comments
Gejala demikian amat normal. Karena selain dapat mengurangi resiko penyakit syaraf seperti Alzheimer dan Parkinson, menkosumsi kopi dalam dosis wajar (2 x sehari) juga dapat mencegah penyakit kanker usus. Boleh jadi itu terkait mengapa setelah minum kopi timbul keinginan buang air besar. Jadi, BAB setelah minum kopi itu normal.

Bagi yang suka minum kopi ada baiknya lihat & praktekan tips berikut ini :

1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.

2. Sinyal Bahaya
Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.

3. Dengarkan Respon Tubuh
Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!

4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.

Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.

Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…

6. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!

7. Check Up
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya.


Sulit Tidur, Insomnia-kah?

0 comments
Mungkin Anda termasuk dalam 40 persen orang dewasa yang mengalami insomnia, gangguan tidur yang sangat umum terjadi seperti yang ada di Amerika. Gangguan ini mencangkup kesulitan untuk tertidur, terbangun dan sulit sekali untuk tidur kembali atau selalu terbangun lebih awal.

Jika ini hanya berlangsung beberapa hari disebut dengan insomnia sementara, jika beberapa minggu disebut dengan insomnia jangka pendek. Masalah ini akan menjadi kronis jika terjadi pada setiap malam dalam seminggu dan baru berakhir setelah sebulan atau bahkan lebih.

Bentuk yang paling umum dari insomnia yaitu insomnia yang terus bertambah, di mana beberapa kali kejadian sulit tidur akan menimbulkan kegelisahan dan jika terjadi terus menerus akan memperparah rasa sulit untuk bisa tidur.

Insomnia itu sendiri bukanlah suatu penyakit tetapi lebih tepatnya adalah suatu gejala dari masalah lain atau beberapa masalah lain entah itu fisik, emosi atau tingkah laku.

Temukan apa yang menyebabkan Anda harus menghabiskan malam tanpa bisa memejamkan mata dan pelajari bagaimana agar Anda bisa tertidur kembali. Biang dari insomnia ini antara lain:

* Stres

Banyak ahli yang menganggap ini sebagai penyebab utama gangguan tidur jangka pendek. Pemicu stres ini antara lain tekanan pekerjaan, masalah pernikahan, penyakit kronis atau adanya kematian dalam keluarga. Biasanya insomnia akan hilang ketika situasi yang membuat stres ini berakhir.

Jika hormon stres tetap diproduksi pada waktu Anda akan tidur, mereka akan menghambat produksi melatonin, suatu hormon yang mengatur ritme circadian (semacam arloji 24 jam di tubuh Anda). Stres tingkat tinggi bisa juga menghambat efek pemulihan dari hormon pertumbuhan yang membantu pembuatan sel-sel baru.

* Alkohol dan kafien

Kebanyakan kafein atau alkohol, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, akan merusak tidur malam yang nyenyak. Kafien, suatu zat perangsang yang membuat susah untuk tertidur. Efeknya akan terus bertahan selama 10 jam setelah Anda mengkonsumsinya, terutama pada orang tua dimana metabolismenya lebih lambat. Dan meski alkohol adalah zat penenang dan mampu membantu Anda jatuh tertidur dengan cepat, alkohol akan mengacaukan tidur nantinya ketika efek dari alkohol sudah hilang.

* Sakit dan kondisi medis kronis

Beberapa orang tidak bisa tidur nyenyak karena suatu kondisi medis yang membuat mereka tidak nyaman. Rasa sakit akibat radang sendi, rasa panas dalam perut, luka di punggung dan sakit kepala dapat membuat Anda terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Pada penelitian secara acak pada orang dewasa di Amerika, dilaporkan seperempatnya menderita sakit yang mengganggu tidur mereka dalam 10 malam atau lebih per bulannya. Kondisi kronis seperti parkinson dan diabetes membuat Anda sulit untuk tertidur karena akan terjaga semalaman.

* Naik dan turunnya produksi hormon wanita

Di awal dan akhir dari siklus menstruasi, kadar hormon progesteron yang rendah dapat menyebabkan sulit untuk tidur. Jika Anda menganggap hormonlah yang menyebabkan gangguan tidur, buatlah semacam catatan harian tidur Anda dalam satu bulan. Hal ini dapat membantu Anda menentukan pada periode mana, Anda harus menghindari konsumsi kafein, alkohol dan lainnya yang dapat memperparah gangguan tidur ini. Selama menopause, fluktuasi kadar estrogen dapat menyebabkan kesulitan tidur. Terapi penggantian estrogen seringkali dapat membantu.

* Obat-obatan

Obat tertentu seperti corticosteroid dan beberapa obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, asma dan depresi dapat mengganggu tidur. Begitu juga obat untuk kelenjar gondok jika dosisnya terlalu tinggi. Banyak obat-obatan umum termasuk obat untuk mengatasi hidung mampat dan obat untuk menurunkan berat badan, mengandung zat perangsang seperti pseudoephedrine dan beberapa formula dari aspirin juga mengandung kafein. Jika Anda mengalami gangguan tidur, cek kembali obat-obat Anda dengan bantuan dokter.

* Depresi

Peneliti di laboratorium yang khusus mengamati tentang tidur menemukan adanya ketidaknormalan tidur pada orang yang mengalami depresi, termasuk berkurangnya periode tidur slow-brain-wave dan sebuah gangguan awal pada bagian pertama dari tidur REM. Peneliti menunjukkan sebanyak 90% dari orang yang menderita depresi menderita gangguan tidur. Hal ini dapat mencangkup dari masalah terbangun lebih awal sampai kelebihan tidur. Obat anti depresi dapat membantu masalah ini.

sumber: www.indonesiaindonesia.com

Masturbasi? Berbahayakah?

0 comments
MASTURBASI adalah rangsangan pada area genital diri sendiri untuk menggapai kepuasan seks, biasanya dengan tujuan orgasme. Tak disangkal, masturbasi menjadi pengalaman seks pertama kebanyakan pria dan wanita.

Masturbasi umumnya dilakukan dengan menyentuh, mendorong, atau memijat Mr P atau klitoris hingga orgasme tercapai. Sebagian wanita juga melakukan rangsangan Miss V atau menggunakan sex toys, seperti vibrator.

Apakah masturbasi itu normal?

Meskipun pernah dianggap sebagai penyimpangan dan masalah mental, masturbasi kini dianggap normal, aktivitas seks sehat yang menyenangkan, memuaskan, diterima, dan aman. Masturbasi adalah cara yang baik untuk Anda bisa merasakan kenikmatan seks.

Masturbasi dianggap sebuah masalah hanya jika hal ini menghalangi aktivitas seksual bersama pasangan, dilakukan di tempat umum, atau menyebabkan keadaan berbahaya pada pelakunya.

Masturbasi bisa jadi berbahaya jika dilakukan secara kompulsif/menganggu kehidupan dan aktivitas sehari-hari.

Apakah masturbasi berbahaya?

Umumnya, dunia medis mengganggap masturbasi adalah ekspresi alami dan tidak berbahaya terhadap seksualitas pria dan wanita. Masturbasi tidak menyebabkan luka fisik atau menyakiti tubuh, dan bagian dari perilaku seksual yang normal.

Sebagian ahli menegaskan, masturbasi bisa benar-benar meningkatkan kesehatan seks. Dengan mengeksplorasi tubuh lewat masturbasi, Anda bisa menentukan apa yang secara erotis bisa memuaskan Anda dan ini bisa Anda bagi ke pasangan.

Bahkan, sebagai pasangan memanfaatkan masturbasi bersama untuk menemukan teknik-teknik hubungan seks yang lebih memuaskan dan menambah intimasi.

Meski demikian, sebagian budaya dan keyakinan menentang pemanfaatan masturbasi, bahkan memberi label “penuh dosa”. Banyak pula pengakuan, masturbasi mengundang perasaan bersalah bagi pelakunya. Masa????

Turunnya Pasaran, Setelah Menikah?

0 comments
Maksudnya??? Ya, adanya batasan perilaku atau pergaulan setelah Nuptials Event (nikah) membuat sang Suami atau Istri kehilangan kesempatan yang pernah didapat ketika masih lajang. Pasaran di sini adalah turunnya rating untuk lebih bisa terlihat menarik lagi di mata lawan jenis selain istri/suami.
Rasa tanggung jawab sebagai pasutri juga alasan utama seorang tidak dapat berbuat banyak saat godaan tepat di depan mata (ini pun bagi yang bertanggungjawab). Apalagi bagi pekerja kantoran yang kerap sekali melakukan praktek selingkuh dengan rekan kerja. Bukannya menuduh, tapi sudah banyak kasus yang terjadi antara bos dan sekretaris, sekretaris dengan karyawan, bahkan karyawan dengan OB.
Pada dasarnya, inti dari semuanya bukanlah masalah keinginan untuk melakukan hubungan intim (tuntutan biologis) semata. Lebih dari itu, trend ataupun eksistensi diri turut melengkapi alasan untuk melakukan selingkuh. Itulah yang menjadi patokan pasaran (eksis) seseorang dalam interaksi sosial di manapun adanya.

Sobat yang bijak,
Sungguh hanya kebodohan yang bisa dijadikan alasan dan bukan menjadi ukuran tingginya Kepercayaan diri jika praktek ini terjadi. Karena, masih banyak kegiatan atau kerjaan lain yang dapat mendongkrak pasaran di tempat kerja. Salah satunya mungkin, dengan memotivasi diri untuk terus berkarya dan membangun potensi diri untuk mencapai misi dan visi hidup yang hakiki. Dan, pada akhirnya semua kegigihan itu mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang di sekitar kita. Bukankah pasaran (eksistensi) diri akan meningkat dengan sendirinya? Tidakkah kepuasan batin akan amat terasa? Kuncinya, hormati diri sendiri sebelum kita menghormati orang lain. Mudah-mudahan feedback positif segera terlihat pada hari-hari mendatang. Dan, betapa mudahnya berbicara tanpa bukti nyata bahwa kita telah merealisasikannya. Hahaha...

Kritik dan saran yang membantu selalu penulis nantikan.

Lebih banyak Janda, daripada Duda

0 comments
Ini cuma pendapat pribadi. Survey yang saya lakukan terhadap orang-orang yang saya kenal dan berada di sekeliling saya. Bahwa, banyaknya anak-anak yang menjadi Yatim (kehilangan Ayah) selaras dengan lebih banyaknya Janda ketimbang Duda.
Dimana, para ayah (lelaki) lebih cepat berakhir hidupnya dibandingkan para ibu (perempuan). Mengapa? Usia harapan hidup pria memang lebih pendek, karena sejak lahir pria memang lebih rentan dan "fragile" dibanding wanita. Ia juga menganggap penyakit pria kurang mendapat perhatian serius, baik dari individunya maupun lingkungannya.
Secara kultural, menurut beberapa ahli, wanita juga lebih sering meminta bantuan. Sedangkan pria, sejak lahir sudah dituntut untuk bersikap kuat, tegar, dan tidak boleh cengeng. "Pria baru mencari pengobatan bila diminta pasangannya atau setelah kondisi penyakitnya bertambah buruk,".
Seandainya Sobat belum sadar akan fakta ini, maka sekarang Sobat tahu: wanita pada umumnya berumur lebih panjang. Data statistik PBB pada tahun 2006 menunjukkan bahwa angka harapan hidup rata-rata wanita di seluruh dunia lebih tinggi 4,5 tahun daripada angka harapan hidup rata-rata pria (69,5 tahun versus 65 tahun). Di Indonesia sendiri angkanya tidak jauh berbeda. Sekarang pertanyaannya: Mengapa pria yang fisiknya secara kasatmata lebih kuat ternyata malah mati lebih cepat?
Memang hidup mati seseorang sudah ada yang menentukan. Tetapi, fakta di atas bisa menjadi bahan pertimbangan kita semua untuk lebih bisa menghargai hidup. Menjaga kesehatan untuk para pria mesti lebih diperhatikan, terutama jika sering mengalami stres. Karena, memiliki tingkat stres yang tinggi sama dengan telah memesan tiket kematian lebih awal.
Faktor biologis lain yang mempengaruhi adalah hormon: Hormon estrogen yang dimiliki perempuan menjadi salah satu pelindung alami dari perkembangan penyakit jantung, dan perubahan kondisi tubuh perempuan sepanjang hidupnya (menstruasi, kehamilan, beranak, menopause) membuat tubuh mereka secara internal lebih ‘tahan banting’. Sebaliknya, hormon testosteron yang dimiliki pria malahan mendorongnya untuk melakukan berbagai aktivitas yang membuat jantung makin jedag-jedug, misalnya saja merokok, menyetir ugal-ugalan, berkelahi, atau aktif berburu pasangan.
Lho, mencari pasangan? Ya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kompetisi memperebutkan betina bisa menguras energi para pejantan, dan akhirnya memperpendek umur mereka. Contohnya bisa kita lihat di dunia binatang, seperti domba jantan yang saling adu kepala untuk memperebutkan betina. Tapi itu kan binatang? Di dunia manusia juga terjadi hal yang serupa, meski lebih halus dan kompleks. Ambisi untuk menggapai karir dan status sosial yang tinggi –yang tentu saja menjadi ‘nilai jual’ di mata pasangan dan calon mertua– bisa dijadikan contoh. Menariknya, di dunia binatang sendiri ditemukan kalau umur pejantannya semakin pendek.

Semoga mencerahkan.

Cara Membuat dan Memasang FeedBurner di Blog

0 comments
Sobat-sobit pastinya tau kan kegunaan dari Feedburner itu untuk apa, nah salah satu kegunaan dari Feedburner adalah untuk memonitor sebanyak apa yang berlangganan artikel kita. Nah bagi Sobat-sobit sekalian yang belum paham tentang cara daftar Feedburner dan cara membuat Feedburner, tenang saja, mari kita simak bersama tips dari om kempul.
  • Pertama, sobat sekalian silakan kunjungi terlebih dahulu http://www.feedburner.com
  • Klik tulisan Register pada halaman bagian atas
  • Isi seluruh form yang telah di sediakan seperti Username, password , Email address, Secret Question, Secret Answer, Klik tombol Sigin
  • Jika berhasil, maka sobat sekalian akan menerima ucapan selamat datang (welcome) dari feedburner
  • Isi kotak di bawah tulisan Burn a feed right this instant dengan alamat blog sobat
  • Beri tanda pada radio buuton(titik) yang tersedia, terserah Sobat mau pilih yang mana, kemudian klik tombol Next
  • Sekarang teman-teman ubah Feed Title dengan Feed Address (tidak wajib), kemudian klik tombol Active Feed
  • Sobat akan menerima ucapan Conrats, klik tombol Next saja.
  • Beri tanda cek list (centang) pada Clickthroughs dan I want more ! have FeedBurner stats PRO also track, lalu klik tombol Next
  • Klik pada tab Optimize
  • Banyak setting-an yang bisa Sobat lakukan, tetapi saya sarankan pada bagian yang terpenting, yaitu klik pada SmartFeed lalu klik tombol Active
  • Klik pada tab Publicize, lalu klik FeedCount
  • Pilih bentuk style feedcount sesuai selera Sobat, lalu beri tanda pada radio button (titik) di sampingnya, kemudian klik tombol Active
  • Setelah itu Sobat akan mendapat kode HTML, copy dan paste di blog Sobat
  • Klik Chicklet Chooser untuk memilih berbagai banner yang disediakan dengan cara beri tanda pada radio button (titik) di samping banner, kemudian copy kode HTML nya di paling bawah, kemudian paste di blog Sobat
  • Klik Pingshot, lalu Klik tombol Active
  • Klik Headline Animator, kemudian klik menu dropdown di bawah tulisan Theme, pilih yang sesuai selera Sobat, lalu klik tombol Active
  • Klik menu dropdown di samping tulisan Add to, pilih Blogger blog, klik tombol Next
  • Setelah itu muncul window baru, klik tombol Add to Blogger, jangan lupa Sigin dulu di blogger
  • Pilih blog yang mau di pasang banner animasi nya, lalu klik tombol Menambah Widget maka secara otomatis banner animasi akan di tambahkan di blog teman-teman
  • Nah jadilah Feedburner yang Sobat inginkan, Selanjutnya silakan tulis artikel-artikel yang bermutu di blog Sobat-sobit semua, agar pelanggan tidak kecewa.
Selamat Mencoba.

sumber: blog-tutorial4u.blogspot.com

Pesta Gagasan Setiap Hari

0 comments
ROBERT T. Kiyosaki mungkin layak dikecam bagi sebagian orang yang masih mempercayai institusi pendidikan formal. Betapa tidak, ia dengan sangat terbuka menyatakan bahwa pendidikan formal selamanya tidak akan pernah menciptakan seorang kaya! Lebih lanjut , ia secara terang-terangan menyarankan agar kita tidak membiarkan anak-anak kita tersentuh dan terlibat lebih jauh dengan sistem pendidikan konvensional yang cenderung konservatif.
Milyader keturunan Jepang ini memang punya sejumlah pengalaman unik, yang melandasinya untuk menarik kesimpulan semacam itu. Dalam salah satu bukunya , Rich Dad, Poor Dad, ia mencoba membandingkan dua orang yang ia anggap ayahnya. Ayah yang pertama (ayah kandungnya -pen) merupakan orang yang berlatar pendidikan tinggi. Namun, ternyata bekal keilmuannya yang sangat mumpuni itu tak mampu menyelamatkannya dari jeratan hutang, karena kebutaannya dalam masalah finansial. Kondisi bertolak-belakang dengan ayahnya yang kedua (ayah dari sahabatnya, yang dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri -pen). Meski hanya mengenyam pendidikan menengah, namun dengan kemampuannya, yang disebut oleh Robert sebagai melek finansial ini, menjadikannya kaya. Ia memutar dan mengelola uang secara piawai.
Robert mungkin terkesan terlalu menyedehanakan masalah, saat ia mencoba mengkorelasikan latar pendidikan formal dengan pemberdayaan finansial seseorang. Namun, bisa jadi hal ini menjadi poin penting yang ingin diungkapkannya, dan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan.
Ini tak lain adalah soal ide dan kreatifitas, yang sering kali tidak mendapat ruang yang cukup luas pengembangannya di institusi pendidikan formal. Saya, dan mungkin juga Sobat, kerap merasakan bahwa institusi pendidikan formal lebih mirip penjara, bahkan lebih menakutkan lagi.
Sebuah anekdot mengatakan, di penjara kondisinya lebih baik, karena disana Sobat tidak diwajibkan untuk membaca dan membeli buku-buku yang dikarang atau dimiliki para sipir. Sedangkan di kampus yang terjadi sebaliknya. Para dosen, dengan kuasa otoritatifnya, seringkali memaksa para mahasiswa untuk membeli dan membaca buku-buku karangannya.

"Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja."


Kita pun merasakan bahwa sebagian besar waktu yang dihabiskan di institusi pendidikan formal (sekolah, kampus, dsb) lebih banyak dialokasikan untuk merangsang otak kiri, bagian otak yang kita pergunakan untuk berhitung, menganalisis dan fungsi berpikir rutin lainnya, hingga bagian ini jauh lebih berkembang dibandingkan otak kanan kita yang lebih banyak berfungsi sebagai pabrik kreatifitas, menjadi tumpul.
Setiap hari, melulu otak kita disuguhi teori yang telah siap saji, mapan, juga pemikiran-pemikiran para pakar yang sesungguhnya telah usang, seperti teori evolusi Darwin yang telah kehilangan daya dukung ilmiahnya, dan masih banyak lagi. Kampus ataupun sekolah bisa jadi merupakan tempat yang paling dihindari oleh para pemikir kreatif, seperti Thomas A. Edison.
Selayaknya, kampus dan sekolah menjadi ajang pesta gagasan baru setiap hari. Tak perlu menyita waktu banyak, cukup 15 menit saja para mahasiswa atau murid dipersilahkan untuk melakukan presentasi dan analisis kritisnya mengenai teori-teori dari para pakar, atau bahkan biarkan mereka mensintesis teorinya sendiri.
Gagasan yang keluar dari mereka barangkali terkesan janggal, aneh, bahkan mungkin tak masuk akal. Biarkan saja. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat pemikiran-pemikiran semacam itulah yang akan mempengaruhi perkembangan peradaban kita.
Bukankan ide untuk menggunakan nuklir untuk terapi kesehatan terdengar aneh? Atau gagasan membangun jalan layang dengan pondasi menyerupai cakar ayam di daerah berpasir tidak tergolong biasa? Bahkan, ide untuk memproses ketela menjadi bahan bakar adalah sebuah refleksi yang memberikan fakta-fakta pada kita bahwa kreatifitas yang mendapat ruang dan kesempatan yang cukup luas untuk mewujudkan eksistensinya, adalah keniscayaan dalam belajar.
Seperti kata Albert Einstein, "Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja."

Upload Gambar

0 comments
Agar posting artikel pada blog lebih menarik untuk dilihat, maka sebaiknya kita menyisipkan gambar di antara poting-an kita tersebut, di samping untuk lebih memperjelas apa yang kita sampaikan. Misalkan kita sedang menerangkan sesuatu, maka dengan adanya gambar akan lebih memperjelas maksud dari topik yang sedang kita jelaskan kepada para pembaca artikel kita, seperti blog saya ini yang beberapa artikelnya saya sisipkan gambar. Bagi Sobat-sobit yang masih bingung bagaimana caranya untuk memasukan gambar atau istilah resminya yaitu upload gambar, maka akan saya ulas langkah-langkahnya :
  1. Login seperti biasa dengan id Sobat
  2. Klik Posts
  3. Klik New Post (bila sebelumnya Sobat telah mempunyai posting-an)
  4. Klik toolbar yang bergambar seperti ini
  5. Beri tanda tik/cek pada radio button pada pilihan Choose a layout, bila Sobat menginginkan posisi gambar bisa di tempatkan di mana saja, pilih pada radio button None, bila posisi gambar di sebelah kiri pilih left, bila ingin di tengah pilih Center, bila ingin di kanan pilih Right.
  6. Beri tanda tik/cek pada Image size, bila ingin gambar yang di upload hasilnya kecil pilih Small, bila ingin sedang pilih Medium, bila ingin besar pilih Large
  7. Beri tanda ceklis di samping tulisan Use this layout every time bila Sobat menginginkan setiap upload gambar settingnya seperti semula
    Tekan tombol Browse, lalu masukan gambar dari komputer Sobat yang ingin di upload.
    Klik Add another image bila gambar yang ingin di upload lebih dari satu gambar
    Klik tombol UPLOAD IMAGE, tunggu beberapa saat sampai proses upload selesai
    Klik Tombol Done untuk mengakhiri proses upload
Semoga Membantu.

Membuat Menu Dropdown

0 comments
Dalam konsep blog, setiap posting kita akan terarsip otomatis secara rapi setiap bulan. Setiap memasuki bulan baru, seperti Januari, maka arsip bulan Desember akan tampil di sidebar. Masalahnya, kalau kita sudah ngeblog setahun, maka arsip dari Januari sampai Desember akan berjejer di sidebar kita. Bagaimana kalau dua dan tiga tahun lagi?
Langkah praktis mengatasi hal ini adalah dengan membuat pull-down menu seperti di bawah ini:



Jadi, berapa bulan/tahun kita blogging di blogger/blogspot, menu bulan-bulan tsb tidak akan memenuhi dan berjejer panjang di sidebar kita. Yg tampak hanya nama "Archives", baru setelah di klik, akan muncul nama bulan arsip-arsip kita.

Untuk Sobat yang memakai template baru, langkahnya lebih mudah yaitu :

  1. login dulu, tentunya dengan id Sobat


  2. klik LAYOUT


  3. Klik PAGE ELEMENTS, cari element (kotak) yang bertuliskan Blog Archive


  4. Klik Edit pada kotak Blog Archive tadi


  5. Di samping tulisan Style ada beberapa radio button, pilih radio button yang bertuliskan Dropdown Menu dengan cara memberi tanda tik/cek


  6. Klik Save Changes


  7. Selesai
Semoga Membantu.

Jadi Pemain semua, Siapa Penontonnya?

0 comments
Jika kita menonton televisi sepertinya artis baru semua yang kita lihat. Jika kita bengong di pinggir jalan sepertinya banyak pembalap sepeda motor yang sliweran. Tapi pemirsa belum juga tersadarkan, bahwa Indonesian selalu termotivasi untuk bekerja di depan layar. Seakan popularitas adalah prioritas utama yang mesti diupayakan bagaimanapun keadaannya.

Yang cantik, bangga dengan kemolekannya. Yang jelek (maaf), makin bangga ditertawakan. Yang miskin, makin gencar promonya agar SKM (Surat Keterangan Miskin) dari Kelurahan setempat cair. Yang salih, menjual kesalihannya. Dan masih banyak predikat lainnya yang dipertontonkan di televisi. Ironis memang, bangsa besar ini susah tenang, tidak bisa kalem. Banyak berkoar, minus skil.

Kalau dikomentari hal-hal tabu terhadap para artis, tanggapan yang paling menjengkelkan adalah "Mau gaya apa juga, artis tentu pantas saja". Pada akhirnya, semua berbondong-bondong jadi idola. Yang cilik lah, yang remaja lah, bahkan ibu-ibu juga ikut-ikutan numpang beken tidak mau ketinggalan.

Kalau lebih ditelisik lebih jauh, betapa mereka (entertainer) capek bukan kepalang berimprovisasi demi mendapatkan perhatian beberapa pasang mata pemirsa. Dan kalau mau dicermati lebih dalam ini adalah persoalan cerita (debut). Rating yang diperoleh masa muda bisa dijadikan materi historis pada anak-cucu, tetangga, saudara, dll.

Bukannya sirik sobat... tapi, sudah terlihat banyak kejanggalan prilaku yang ditebar para artis. Yang mengerikan, mereka tidak benar-benar tahu esensi dari keartisannya.

Masih berminat jadi artis???

semoga mencerahkan.

Budaya Ngebrong, Hemat atau Nekad?

0 comments
Pernah melihat siswa STM/ SMU mencegat truk kosong saat pulang dari sekolah? Bahkan anak SMP pun jadi ikut-ikutan melihat kakak kelasnya berlaku demikian. Tidak punya uang atau Trend? Bukankah sudah banyak korban akibat menghalangi truk atau mobil bak terbuka yang sedang melintas di jalan raya.

Saya sering melihat kejadiaan ini. Tepat di depan tempat saya bekerja, anak SMU atau STM ini mengerubungi truk yang melintas untuk menumpang. Ngebrong istilah mereka, adalah aksi yang lumayan berbahaya, karena saat menaiki truk secara brutal truk tersebut masih dalam keadaan berjalan. Tidak sedikit beberapa siswa yang terlambat untuk menyusul teman-temannya yang sudah di atas truk jatuh saat mencoba berpegangan pada tiang/pagar truk. Tragedi yang paling menyedihkan dialami adik teman yang tewas karena kepala terlindas ban truk.

Budaya ini pun meluas, hingga yang paling marak adalah supporter klub bola daerah yang tidak hanya menaiki truk terbuka, tapi bis/metromini yang permukaan atapnya amat licin. Meski begitu banyak bahaya yang ditimbulkan, tetap saja aksi ngebrong ini marak dan diminati. Dan anehnya, pemerintah sendiri sepertinya ogah-ogahan menanggapi masalah ini.

Sobat yang budiman,
Ini sama sekali bukan perihal menghemat uang (ongkos). Mungkin, alih-alih isme anti kemapanan sudah menjangkit adik-adik/anak-anak STM atau supporter bola kita. Ini bukan sekedar paham yang dianut dan solidaritas, tapi kebodohan dan mental ceroboh seperti ini telah menjadi tontonan yang menarik dalam masyarakat kita. Pelik juga untuk menanggapi lebih lanjut jika kesadaran menjadi sikap yang langka kini, sepertinya yang berwajib pun asyik-asyik saja menanggapinya.

Salam Waspada!-Penulis.

Esensi Emansipasi Wanita

2 comments
Mau tidak mau, suka tidak suka, terima atau sebaliknya luasnya ruang gerak kaum hawa di berbagai bidang ataupun peran yang biasa dilakukan pria kini merebak. Pro-Kontra yang membayangi jalannya pergerakan ini seolah kehabisan tenaga. Zaman baru, zaman emansipasi. Setuju???

Emansipasi itu sendiri berasal dari bahasa latin "emancipatio" yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Di zaman Romawi dulu, membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orang tua, sama halnya dengan mengangkat hak dan derajatnya. Adapun makna emansipasi wanita adalah perjuangan sejak abad ke-14 M dalam rangka memperoleh persamaan hak dan kebebasan seperti hak kaum laki-laki. Jadi para penyeru emansipasi wanita menginginkan agar para wanita disejajarkan dengan kaum pria di segala bidang kehidupan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun dalam pemerintahan.

Contoh kasus misalnya, Sobat dilahirkan dari ibu pekerja yang sibuk mengurusi kemantapan karier dari bidang yang diakui adalah keahliannya. Dari kecil sobat telah terbiasa melakukan sesuatu/ bermain di lingkungan sobat tanpa cukup perhatian orang tua, karena ayah-ibu sibuk bekerja. Hingga sobat dewasa menjadi seseorang yang dibanggakan lingkungan, pantaskah sang ibu yang dulunya sibuk dengan pekerjaannya ikut berbangga? Apakah semuanya karena uang? atau, jika sobat sudah berkeluarga dan istri sobat setali tiga uang dengan predikat ibu sobat dahulu (pekerja), relakah kejadian lalu terulang kembali (regenerasi)?. Jawabnya ada pada masing-masing pandangan sobat sekalian.

Saya tidak benar-benar menghujat peran wanita yang ingin setara dengan laki-laki, tapi saya hanya meragukan kesanggupan wanita memikul tanggung jawab yang berat karena harus membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaannya. Belum lagi, persoalan fisik wanita relatif lebih lemah dari pria, wanita akan disibukkan masalah keluarga, kehamilan, kelahiran, derita bulanan (haid), dll.

Hasil positif dari emansipasi tidak sebanding dengan dampak negatif yang akan timbul, seperti:

  1. Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita.

  2. Pecahnya keharmonisan rumah tangga, sebab sang ibu lalai dengan tugas-tugas utamanya dalam rumah, seperti, memasak, mencuci, membersihkan rumah, melayani suami dan anggota keluarga. Akibatnya, rumah tanggapun berantakan tak terurus.

  3. Keadaan perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, lantaran ayah dan ibu sibuk bekerja di luar rumah. Dari celah inilah, akhirnya muncul dengan subur kenakalan anak-anak dan remaja-remaji.

  4. Terjadinya percekcokkan dan perseteruan antara suami-istri. dikarenakan ketika suami menuntut pelayanan dari sang istri dengan sebaik-baiknya, si istri merasa capek dan lelah, lantaran seharian bekerja di luar rumah.

  5. Terjadinya perselingkuhan. Karena ditempat kerja tersebut, tidak ada lagi larangan bercampur antar lain jenis, dandanan yang menggoda lawan jenisnya dan selainnya dari malapetaka yang hanya Tuhan-lah yang Maha mengetahuinya.

Pacaran Yang Ideal

0 comments
Kalau 'cinta' adalah alasan utama (100%) dua insan (beda jenis) untuk berpacaran, bullshit. Karena jika dipaksa untuk jujur, saya percaya (tidak 100%) rasa pada pandangan pertama. Nafsu, trend, cocok, curhat, interaksi sosial, dll, adalah termasuk berbagai alasan yang tepat melakukan pacaran.
Jika usia pacaran sudah lumayan lama, dan sobat-sobit yakin bahwa pacar sobat-sobit adalah pilihan terakhir untuk menginjak level berikutnya (pernikahan), tidak ada salahnya menjaga hubungan hingga tiba hari yang dinanti.
Berikut tips berpacaran yang ideal:

1. Saling Mengerti
Sudah merasa basi dengan kata 'pengertian'?, masih belum mendapat esensi dari sikap ini? Saya pun demikian. Namun, jika pengertian sudah dijalani, maka rasa perhatian pun pasti mengikuti. Sebaliknya, belum tentu pasangan yang saling memberikan perhatian, dikuti pengertian juga. Dan, sikap pengertian dapat mengobati penyakit yang paling ganas dalam hubungan, egois. Kalau cuma perhatian, Pak Polantas juga tak pernah lengah untuk selalu memberikan perhatian, dan tak kenal lelah memberikan surat tilang..wekwek.

2. Saling Mengisi
Jika sudah berhasil tips ke 1, sikap menghargai kelebihan dan kekurangan satu sama lain akan terjalin. Tibalah saatnya untuk saling mengisi kekurangan-kekurangan pada pasangan. Jadikan perbedaan adalah hal yang paling berharga yang pernah Tuhan berikan.

3. Saling Percaya
Dasar sebuah hubungan adalah 'kepercayaan'. Sulit memang, tapi pil pahit kepercayaan harus ditelan juga. Tipisnya keyakinan pada pasangan akan menghanguskan 2 sikap sebelumnya di atas. Agak memaksa memang, jika belum mudah percaya pada pasangan, maka jangan menjalin hubungan. Percaya/ yakin tidaknya sobat-sobit terhadap pasangan masing-masing adalah sebuah ukuran kepercayaan terhadap diri sendiri (PD).

4. Saling Memaafkan
Sekali lagi, tips yang lumayan sulit untuk dilakukan, permintaan serta pemberian maaf. Tidak pernah ada kata salah untuk sikap yang satu ini. Karena, dilakukannya sikap ini lebih melegakan dari pada diam. Bhethul? (ala KH. Zainudin MZ).

Masih banyak lagi tips yang dapat dilakukan untuk menjaga hubungan yang kita tanam. Sisanya tergantung selera sobat-sobit sekalian. Pokoknya asal bahagia deh.

Penyebab Migrain

1 comments

Migrain adalah penyakit yang dirasakan di sekitar kepala yang kerap kali membuat mual dan muntah. Sakit kepala ini lebih sering terjadi pada satu sisi kepala saja dan terkadang berpindah ke sisi sebelahnya, tetapi juga dapat mengenai sisi keduanya sekaligus.

Terkadang migrain agak sulit dibedakan dengan sakit kepala biasa dan sakit kepala jenis lainnya. Sebab, sakit kepala akibat gangguan pada sinus dan otot leher yang tegang memiliki gejala yang hampir sama dengan migrain. Yaitu, mata memerah dan wajah agak pucat.

Penyebab utama migrain hingga saat ini belum diketahui dengan jelas. Para ahli memperkirakan migrain terjadi akibat adanya hiperaktifitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi.

Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain, misalnya mual. Semakin berat inflamsinya maka semakin berat juga migrain yang diderita.
Secara garis besar, migrain terjadi akibat :

  1. Kekurangan nutrisi dan kurang tidur
  2. Terkena cahaya yang terlalu terang atau suara yang terlalu bising
  3. Berubahnya hormon saat menstruasi
  4. Stress
  5. Perubahan cuaca yang drastis
  6. Banyak mengkonsumsi minuman berkafein, dan beralkohol
  7. Memakan makanan yang mengandung MSG atau nitrat
  8. Merokok

Untuk menghilangkan migrain yang sobat-sobit derita, minumlah obat sakit kepala yang sesuai dengan jenis sakit kepalanya. Usahakan tidur yang cukup dan ada baiknya tidur dikamar yang gelap. Sebab pengaruh penyinaran yang berlebihan akan memperparah migrain sobat-sobit. Penggunaan kacamata hitam saat bepergian pada musim kemarau akan mengurangi derita migrain ini.

Semoga membantu, salam sehat selalu.

Copyright © Beranda Kita - Blogger Theme by BloggerThemes