Cara Membuat dan Memasang FeedBurner di Blog

0 comments
Sobat-sobit pastinya tau kan kegunaan dari Feedburner itu untuk apa, nah salah satu kegunaan dari Feedburner adalah untuk memonitor sebanyak apa yang berlangganan artikel kita. Nah bagi Sobat-sobit sekalian yang belum paham tentang cara daftar Feedburner dan cara membuat Feedburner, tenang saja, mari kita simak bersama tips dari om kempul.
  • Pertama, sobat sekalian silakan kunjungi terlebih dahulu http://www.feedburner.com
  • Klik tulisan Register pada halaman bagian atas
  • Isi seluruh form yang telah di sediakan seperti Username, password , Email address, Secret Question, Secret Answer, Klik tombol Sigin
  • Jika berhasil, maka sobat sekalian akan menerima ucapan selamat datang (welcome) dari feedburner
  • Isi kotak di bawah tulisan Burn a feed right this instant dengan alamat blog sobat
  • Beri tanda pada radio buuton(titik) yang tersedia, terserah Sobat mau pilih yang mana, kemudian klik tombol Next
  • Sekarang teman-teman ubah Feed Title dengan Feed Address (tidak wajib), kemudian klik tombol Active Feed
  • Sobat akan menerima ucapan Conrats, klik tombol Next saja.
  • Beri tanda cek list (centang) pada Clickthroughs dan I want more ! have FeedBurner stats PRO also track, lalu klik tombol Next
  • Klik pada tab Optimize
  • Banyak setting-an yang bisa Sobat lakukan, tetapi saya sarankan pada bagian yang terpenting, yaitu klik pada SmartFeed lalu klik tombol Active
  • Klik pada tab Publicize, lalu klik FeedCount
  • Pilih bentuk style feedcount sesuai selera Sobat, lalu beri tanda pada radio button (titik) di sampingnya, kemudian klik tombol Active
  • Setelah itu Sobat akan mendapat kode HTML, copy dan paste di blog Sobat
  • Klik Chicklet Chooser untuk memilih berbagai banner yang disediakan dengan cara beri tanda pada radio button (titik) di samping banner, kemudian copy kode HTML nya di paling bawah, kemudian paste di blog Sobat
  • Klik Pingshot, lalu Klik tombol Active
  • Klik Headline Animator, kemudian klik menu dropdown di bawah tulisan Theme, pilih yang sesuai selera Sobat, lalu klik tombol Active
  • Klik menu dropdown di samping tulisan Add to, pilih Blogger blog, klik tombol Next
  • Setelah itu muncul window baru, klik tombol Add to Blogger, jangan lupa Sigin dulu di blogger
  • Pilih blog yang mau di pasang banner animasi nya, lalu klik tombol Menambah Widget maka secara otomatis banner animasi akan di tambahkan di blog teman-teman
  • Nah jadilah Feedburner yang Sobat inginkan, Selanjutnya silakan tulis artikel-artikel yang bermutu di blog Sobat-sobit semua, agar pelanggan tidak kecewa.
Selamat Mencoba.

sumber: blog-tutorial4u.blogspot.com

Pesta Gagasan Setiap Hari

0 comments
ROBERT T. Kiyosaki mungkin layak dikecam bagi sebagian orang yang masih mempercayai institusi pendidikan formal. Betapa tidak, ia dengan sangat terbuka menyatakan bahwa pendidikan formal selamanya tidak akan pernah menciptakan seorang kaya! Lebih lanjut , ia secara terang-terangan menyarankan agar kita tidak membiarkan anak-anak kita tersentuh dan terlibat lebih jauh dengan sistem pendidikan konvensional yang cenderung konservatif.
Milyader keturunan Jepang ini memang punya sejumlah pengalaman unik, yang melandasinya untuk menarik kesimpulan semacam itu. Dalam salah satu bukunya , Rich Dad, Poor Dad, ia mencoba membandingkan dua orang yang ia anggap ayahnya. Ayah yang pertama (ayah kandungnya -pen) merupakan orang yang berlatar pendidikan tinggi. Namun, ternyata bekal keilmuannya yang sangat mumpuni itu tak mampu menyelamatkannya dari jeratan hutang, karena kebutaannya dalam masalah finansial. Kondisi bertolak-belakang dengan ayahnya yang kedua (ayah dari sahabatnya, yang dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri -pen). Meski hanya mengenyam pendidikan menengah, namun dengan kemampuannya, yang disebut oleh Robert sebagai melek finansial ini, menjadikannya kaya. Ia memutar dan mengelola uang secara piawai.
Robert mungkin terkesan terlalu menyedehanakan masalah, saat ia mencoba mengkorelasikan latar pendidikan formal dengan pemberdayaan finansial seseorang. Namun, bisa jadi hal ini menjadi poin penting yang ingin diungkapkannya, dan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan.
Ini tak lain adalah soal ide dan kreatifitas, yang sering kali tidak mendapat ruang yang cukup luas pengembangannya di institusi pendidikan formal. Saya, dan mungkin juga Sobat, kerap merasakan bahwa institusi pendidikan formal lebih mirip penjara, bahkan lebih menakutkan lagi.
Sebuah anekdot mengatakan, di penjara kondisinya lebih baik, karena disana Sobat tidak diwajibkan untuk membaca dan membeli buku-buku yang dikarang atau dimiliki para sipir. Sedangkan di kampus yang terjadi sebaliknya. Para dosen, dengan kuasa otoritatifnya, seringkali memaksa para mahasiswa untuk membeli dan membaca buku-buku karangannya.

"Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja."


Kita pun merasakan bahwa sebagian besar waktu yang dihabiskan di institusi pendidikan formal (sekolah, kampus, dsb) lebih banyak dialokasikan untuk merangsang otak kiri, bagian otak yang kita pergunakan untuk berhitung, menganalisis dan fungsi berpikir rutin lainnya, hingga bagian ini jauh lebih berkembang dibandingkan otak kanan kita yang lebih banyak berfungsi sebagai pabrik kreatifitas, menjadi tumpul.
Setiap hari, melulu otak kita disuguhi teori yang telah siap saji, mapan, juga pemikiran-pemikiran para pakar yang sesungguhnya telah usang, seperti teori evolusi Darwin yang telah kehilangan daya dukung ilmiahnya, dan masih banyak lagi. Kampus ataupun sekolah bisa jadi merupakan tempat yang paling dihindari oleh para pemikir kreatif, seperti Thomas A. Edison.
Selayaknya, kampus dan sekolah menjadi ajang pesta gagasan baru setiap hari. Tak perlu menyita waktu banyak, cukup 15 menit saja para mahasiswa atau murid dipersilahkan untuk melakukan presentasi dan analisis kritisnya mengenai teori-teori dari para pakar, atau bahkan biarkan mereka mensintesis teorinya sendiri.
Gagasan yang keluar dari mereka barangkali terkesan janggal, aneh, bahkan mungkin tak masuk akal. Biarkan saja. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat pemikiran-pemikiran semacam itulah yang akan mempengaruhi perkembangan peradaban kita.
Bukankan ide untuk menggunakan nuklir untuk terapi kesehatan terdengar aneh? Atau gagasan membangun jalan layang dengan pondasi menyerupai cakar ayam di daerah berpasir tidak tergolong biasa? Bahkan, ide untuk memproses ketela menjadi bahan bakar adalah sebuah refleksi yang memberikan fakta-fakta pada kita bahwa kreatifitas yang mendapat ruang dan kesempatan yang cukup luas untuk mewujudkan eksistensinya, adalah keniscayaan dalam belajar.
Seperti kata Albert Einstein, "Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja."

Upload Gambar

0 comments
Agar posting artikel pada blog lebih menarik untuk dilihat, maka sebaiknya kita menyisipkan gambar di antara poting-an kita tersebut, di samping untuk lebih memperjelas apa yang kita sampaikan. Misalkan kita sedang menerangkan sesuatu, maka dengan adanya gambar akan lebih memperjelas maksud dari topik yang sedang kita jelaskan kepada para pembaca artikel kita, seperti blog saya ini yang beberapa artikelnya saya sisipkan gambar. Bagi Sobat-sobit yang masih bingung bagaimana caranya untuk memasukan gambar atau istilah resminya yaitu upload gambar, maka akan saya ulas langkah-langkahnya :
  1. Login seperti biasa dengan id Sobat
  2. Klik Posts
  3. Klik New Post (bila sebelumnya Sobat telah mempunyai posting-an)
  4. Klik toolbar yang bergambar seperti ini
  5. Beri tanda tik/cek pada radio button pada pilihan Choose a layout, bila Sobat menginginkan posisi gambar bisa di tempatkan di mana saja, pilih pada radio button None, bila posisi gambar di sebelah kiri pilih left, bila ingin di tengah pilih Center, bila ingin di kanan pilih Right.
  6. Beri tanda tik/cek pada Image size, bila ingin gambar yang di upload hasilnya kecil pilih Small, bila ingin sedang pilih Medium, bila ingin besar pilih Large
  7. Beri tanda ceklis di samping tulisan Use this layout every time bila Sobat menginginkan setiap upload gambar settingnya seperti semula
    Tekan tombol Browse, lalu masukan gambar dari komputer Sobat yang ingin di upload.
    Klik Add another image bila gambar yang ingin di upload lebih dari satu gambar
    Klik tombol UPLOAD IMAGE, tunggu beberapa saat sampai proses upload selesai
    Klik Tombol Done untuk mengakhiri proses upload
Semoga Membantu.

Membuat Menu Dropdown

0 comments
Dalam konsep blog, setiap posting kita akan terarsip otomatis secara rapi setiap bulan. Setiap memasuki bulan baru, seperti Januari, maka arsip bulan Desember akan tampil di sidebar. Masalahnya, kalau kita sudah ngeblog setahun, maka arsip dari Januari sampai Desember akan berjejer di sidebar kita. Bagaimana kalau dua dan tiga tahun lagi?
Langkah praktis mengatasi hal ini adalah dengan membuat pull-down menu seperti di bawah ini:



Jadi, berapa bulan/tahun kita blogging di blogger/blogspot, menu bulan-bulan tsb tidak akan memenuhi dan berjejer panjang di sidebar kita. Yg tampak hanya nama "Archives", baru setelah di klik, akan muncul nama bulan arsip-arsip kita.

Untuk Sobat yang memakai template baru, langkahnya lebih mudah yaitu :

  1. login dulu, tentunya dengan id Sobat


  2. klik LAYOUT


  3. Klik PAGE ELEMENTS, cari element (kotak) yang bertuliskan Blog Archive


  4. Klik Edit pada kotak Blog Archive tadi


  5. Di samping tulisan Style ada beberapa radio button, pilih radio button yang bertuliskan Dropdown Menu dengan cara memberi tanda tik/cek


  6. Klik Save Changes


  7. Selesai
Semoga Membantu.

Jadi Pemain semua, Siapa Penontonnya?

0 comments
Jika kita menonton televisi sepertinya artis baru semua yang kita lihat. Jika kita bengong di pinggir jalan sepertinya banyak pembalap sepeda motor yang sliweran. Tapi pemirsa belum juga tersadarkan, bahwa Indonesian selalu termotivasi untuk bekerja di depan layar. Seakan popularitas adalah prioritas utama yang mesti diupayakan bagaimanapun keadaannya.

Yang cantik, bangga dengan kemolekannya. Yang jelek (maaf), makin bangga ditertawakan. Yang miskin, makin gencar promonya agar SKM (Surat Keterangan Miskin) dari Kelurahan setempat cair. Yang salih, menjual kesalihannya. Dan masih banyak predikat lainnya yang dipertontonkan di televisi. Ironis memang, bangsa besar ini susah tenang, tidak bisa kalem. Banyak berkoar, minus skil.

Kalau dikomentari hal-hal tabu terhadap para artis, tanggapan yang paling menjengkelkan adalah "Mau gaya apa juga, artis tentu pantas saja". Pada akhirnya, semua berbondong-bondong jadi idola. Yang cilik lah, yang remaja lah, bahkan ibu-ibu juga ikut-ikutan numpang beken tidak mau ketinggalan.

Kalau lebih ditelisik lebih jauh, betapa mereka (entertainer) capek bukan kepalang berimprovisasi demi mendapatkan perhatian beberapa pasang mata pemirsa. Dan kalau mau dicermati lebih dalam ini adalah persoalan cerita (debut). Rating yang diperoleh masa muda bisa dijadikan materi historis pada anak-cucu, tetangga, saudara, dll.

Bukannya sirik sobat... tapi, sudah terlihat banyak kejanggalan prilaku yang ditebar para artis. Yang mengerikan, mereka tidak benar-benar tahu esensi dari keartisannya.

Masih berminat jadi artis???

semoga mencerahkan.
Copyright © Beranda Kita - Blogger Theme by BloggerThemes