Masa Depan, Sekarang atau Nanti?

0 comments
Sore itu saya tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan kawan yang kebetulan baru saja menjadi ayah bagi seorang anak lelaki yang lahir 48 jam sebelumnya melalui proses cesar.
"Masa depan gue begini amat ya..?" kira-kira begitulah ucapnya, sedikit lirih.
Padahal, kawan saya ini baru saja memiliki satu anak. Bahkan, usianya sendiri belum genap 25 tahun. Kira-kira, apa maksud pernyataannya barusan?? JAWABANNYA.., saya yakin pembaca yang budiman punya jawaban sendiri demi menyikapi pernyataan tersebut.
Giliran saya coba menanggapi. Jujur, saat itu saya tidak berkomentar apa-apa atas kesan yang saya kira berunsur kekecewaan terhadap diri sendiri itu. Karna, pada akhirnya kita semua diberikan kebebasan memilih untuk mengungkapkan apa yang dirasa kepada siapa yang diinginkan 'pada saat itu'.
Terkait judul yang saya bubuhkan untuk bahasan ini, mudah-mudahan dapat memancing opini kawan-kawan pembaca, pastinya respon positif yang kita sama-sama harapkan.
Judul di atas adalah guratan manifestasi dari apa yang saya rasakan pada saat mendengar pernyataan kawan saya tadi. 'Waktu', 'Timing', adalah keyword yang pertama kali saya tangkap. Keadaan dia saat itu menentukan sekali lahirnya pernyataan yang dia buat. Artinya, ada proses yang dilewatinya, entah itu sesuatu yang dapat di-handlenya dengan baik atau tidak. Masa depan yang dikalimatkan bernada subyektif, yang pada akhirnya sesuatu 'masa depan' telah dan akan menentukan pilihannya sekarang atau nanti. Bukannya naif, pada dasarnya kita pun sering berpikir demikian.
Nah, mari kita coba meng-klasifikasikan masa depan berdasarkan waktu.
Contoh, di usia yang relatif muda (15-20th) seorang anak telah mendapatkan sesuatu atau pekerjaan yang dicita-citakan sejak kecil. Dan, sesuatu yang dia dapatkan prospektif bagus baginya. Maka, saya rasa anak itu sedang menjalani masa depannya dengan gemilang. Masa depan sifatnya amat relatif, relatifitas ini bergantung dari diri sendiri kapan seharusnya masa depan itu diraih? kisah sebaliknya dari contoh di atas, mungkin pembaca dapat meng-ilustrasikannya lebih baik lagi.
Kembali lagi, semuanya bergantung pada sudut pandang pembaca sekalian.


Menulis Dari Bisikan

0 comments
Bagi sebagian orang, khususnya pekerja yang punya partner setianya pena- menulis itu mudah. Namun, bagi sebagian orang lagi, khususnya yang partner setianya obeng- menulis itu amat sulit. Kalau seperti saya sendiri, yang punya kerjaan dan partner setianya adalah pena dan obeng- kira-kira gimana???

Menurut orang bijak, untuk dapat menulis diperlukan apa yang disebut dengan visi. Di dalam visi tersebut banyak tujuan dan harapan yang bisa dijabarkan menjadi bagian-bagian yang mungkin ingin diekspos penulis atau didengar pembaca sendiri.

Saya sendiri sependapat, walau saya jauh dari predikat sebagai seorang penulis. Kata, frasa, atau bahkan mungkin kalimat-kalimat yang saya dapatkan berasal dari Spanyol (Separuh Nyolong). Bisa nyolong dari buku, obrolan, mungkin juga dari media cetak dan elektronik. Tapi, pernahkah terpikir, kita dapat menulis yang sumbernya berasal dari bisikan-bisikan dalam kepala kita sendiri? (Bukan mistis). Jawabnya, dimungkinkan bisa.

Di sini, saya bilang dimungkinkan bisa. Karena, tidak setiap orang dapat memanfaatkan bisikan-bisikan itu. Juga tidak pernah menyadari bisikan-bisikan itu perlu diungkapkan atau ditulis. Bisikan ini sering kali diabaikan, karena jika terlalu lama didengarkan akan ada sedikit efek samping, yaitu pusing. Bisikan itu sesungguhnya anugrah tak ternilai yang pernah diberikan Tuhan kepada kita selaku manusia, bisikan itu membedakan kita dengan makhluk lainnya di muka bumi ini, bisikan itu adalah akal pikiran.

Tidak perlu bahan, untuk dapat menulis. Kita hanya perlu berusaha mendengar apa yang dibisikan isi kepala kita. Sisi visual yang perlu kita tangkap hanyalah karakter suatu benda yang sedang kita lihat. Sisanya, biarkan pikiran yang berperan. Tangkaplah apa yang pertama kali terbesit dalam pikiran anda, dan tuliskan. Selebihnya, tinggal perluas apa yang tertangkap tadi menurut versi anda sendiri. Dan, lakukan tangkapan berikutnya dengan membaca karakter suatu benda untuk kesekian kali pada saat menemukan jalan buntu.

Yang tidak kalah pentingnya dalam menulis adalah kejujuran. Berani menulis jujur kadang sulit untuk diterapkan. Karena, berani jujur pada apa yang kita pikirkan, lalu dituangkan pada tulisan berarti menjaga kualitas dan ke-orsinilan karya kita sendiri. Buang jauh-jauh bayangan respon atau opini negatif dari pembaca. Siapa tahu, kritik atau cercaan yang kita terima adalah tangga yang membangun tulisan kita menuju tingkat yang lebih baik.

Se-sederhana itukah menulis???? Tentu tidak. Karena, pada akhirnya andal-ah yang lebih tahu siapa dan bagaimana anda.





SMS Lebaran

0 comments

Salah satu kegiatan yang mustahil diabaikan adalah membalas dan mengirim SMS Lebaran. Luar biasa peran SMS ini dalam menyiapkan paket lebaran yang praktis, efisien, dan murah.

Begitu praktisnya hingga sekian silaturahmi hanya butuh sekian pencetan. Begitu efisien karena hanya dengan mengetik satu ucapan, kita bisa menduplikasi sebanyak yang kita suka. Begitu murah karena hanya cukup dengan ratusan perak, kita bisa menjangkau seseorang yang malah sedang pergi ke lain benua.

Begitulah gaibnya sebuah berkah, ia sekaligus menggandeng musibah. Karena begitu praktisnya sehingga yang praktis itu malah demikian menyita kegiatan kita. Karena gampang, seringlah kita melakukannya. Karena sering, jadilah kita selalu melakukannya. Karena selalu, jadilah waktu kita habis untuk melakukannya.

Tak aneh jika sudah jauh-jauh kita mudik, sudah capek kita muter menemui kerabat dan saudara tapi setelah bertemu, kerjan kita cuma mencet-mencet keypad handphone. Suami mencet, anak-anak mencet, istri mencet, lupalah kita pada saudara jauh yang berada di depan mata. Tapi, Oooh, saudara itu pun manusia biasa seperti kita. Jika kita ber-handphone, mereka punya juga. Jika kita mencet, mereka mencet juga. Jadi, susah-susah kita saling ketemu, akhirnya cuma saling menghabiskan waktu untuk saling pencet bagi seseorang yang jauh dan tidak sedang di depan kita. Inilah paradoks handphone, ia mendekatkan orang jauh dan menjauhkan orang dekat.

Begitu murah SMS, maka begitu gampang kita mengirim dan membalasnya. Karena gampang jadi sering, karena sering jadi selalu. Karena selalu jadi mahal. Karena mahal boroslah hidup kita hanya karena tipuan sang murah itu.

Begitu efektifnya SMS ini sebagai ganti silaturahmi. Begitu efektifnya sehingga berlaku rumus satu ucapan untuk semua. Satume, satu ucapan rame-rame. Maka, ucapan yang sampai ke saya adalah ucapan yang juga sampai ke Anda. Anda dan saya sama saja. Yang saya pun jadi kita. Dan, di dalam kita, unsur saya menjadi tak penting lagi. Ketika kita menerima ucapan generik semacam ini, ada perasaan bahwa kita cuma sebagai kita, bukan saya. Kita hanya menjadi elemen dari yang banyak. Tidak ada yang khusus dari kita.

Setiap kali kita mendengar denging SMS di handphone, kita tidak tegang lagi. Ah, paling begitu-begitu juga. Kita tersanjung atas kiriman SMS dari para sahabat, kerabat, dan saudara itu. Kita mencintai mereka dan mereka pun pasti mencintai kita. Tapi, sebagaimana layaknya orang yang mencintai, ia menolak untuk dimadu. Jika ucapan yang saya terima adalah juga ucapan yang di dikirim ke banyak manusia, apa boleh buat, saya terpaksa merasakan dilema perasaan itu: Bahagia karena dicintai sekaligus sedih karena dimadu.

Maka, ketika di antara berondongan SMS itu masih terselip nama kita di dalamnya, ada SMS yang ditulis khusus untuk kita, ia akan segera menjadi SMS yang berbeda. Ia dekat, khusus dan penuh cinta. Ia sungguh SMS yang menggoda untuk kita segera membalasnya dengan kekhususan pula.

"Jika engkau mencintai saudaramu, kenapa engkau tak menggenapi cintamu dengan mengetikkan namanya dalam SMS mu. Karena hanya dengan menambahkan nama yang tak seberapa itu, engkau akan mendapatkan cinta saudaramu dengan kualitas yang tak pernah engkau duga sebelumnya."

Inspired by Prie GS.

Kebelet B-A-B (Buang Air Besar) Setelah Minum Kopi

0 comments
Gejala demikian amat normal. Karena selain dapat mengurangi resiko penyakit syaraf seperti Alzheimer dan Parkinson, menkosumsi kopi dalam dosis wajar (2 x sehari) juga dapat mencegah penyakit kanker usus. Boleh jadi itu terkait mengapa setelah minum kopi timbul keinginan buang air besar. Jadi, BAB setelah minum kopi itu normal.

Bagi yang suka minum kopi ada baiknya lihat & praktekan tips berikut ini :

1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.

2. Sinyal Bahaya
Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.

3. Dengarkan Respon Tubuh
Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!

4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.

Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.

Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…

6. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!

7. Check Up
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya.


Sulit Tidur, Insomnia-kah?

0 comments
Mungkin Anda termasuk dalam 40 persen orang dewasa yang mengalami insomnia, gangguan tidur yang sangat umum terjadi seperti yang ada di Amerika. Gangguan ini mencangkup kesulitan untuk tertidur, terbangun dan sulit sekali untuk tidur kembali atau selalu terbangun lebih awal.

Jika ini hanya berlangsung beberapa hari disebut dengan insomnia sementara, jika beberapa minggu disebut dengan insomnia jangka pendek. Masalah ini akan menjadi kronis jika terjadi pada setiap malam dalam seminggu dan baru berakhir setelah sebulan atau bahkan lebih.

Bentuk yang paling umum dari insomnia yaitu insomnia yang terus bertambah, di mana beberapa kali kejadian sulit tidur akan menimbulkan kegelisahan dan jika terjadi terus menerus akan memperparah rasa sulit untuk bisa tidur.

Insomnia itu sendiri bukanlah suatu penyakit tetapi lebih tepatnya adalah suatu gejala dari masalah lain atau beberapa masalah lain entah itu fisik, emosi atau tingkah laku.

Temukan apa yang menyebabkan Anda harus menghabiskan malam tanpa bisa memejamkan mata dan pelajari bagaimana agar Anda bisa tertidur kembali. Biang dari insomnia ini antara lain:

* Stres

Banyak ahli yang menganggap ini sebagai penyebab utama gangguan tidur jangka pendek. Pemicu stres ini antara lain tekanan pekerjaan, masalah pernikahan, penyakit kronis atau adanya kematian dalam keluarga. Biasanya insomnia akan hilang ketika situasi yang membuat stres ini berakhir.

Jika hormon stres tetap diproduksi pada waktu Anda akan tidur, mereka akan menghambat produksi melatonin, suatu hormon yang mengatur ritme circadian (semacam arloji 24 jam di tubuh Anda). Stres tingkat tinggi bisa juga menghambat efek pemulihan dari hormon pertumbuhan yang membantu pembuatan sel-sel baru.

* Alkohol dan kafien

Kebanyakan kafein atau alkohol, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, akan merusak tidur malam yang nyenyak. Kafien, suatu zat perangsang yang membuat susah untuk tertidur. Efeknya akan terus bertahan selama 10 jam setelah Anda mengkonsumsinya, terutama pada orang tua dimana metabolismenya lebih lambat. Dan meski alkohol adalah zat penenang dan mampu membantu Anda jatuh tertidur dengan cepat, alkohol akan mengacaukan tidur nantinya ketika efek dari alkohol sudah hilang.

* Sakit dan kondisi medis kronis

Beberapa orang tidak bisa tidur nyenyak karena suatu kondisi medis yang membuat mereka tidak nyaman. Rasa sakit akibat radang sendi, rasa panas dalam perut, luka di punggung dan sakit kepala dapat membuat Anda terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Pada penelitian secara acak pada orang dewasa di Amerika, dilaporkan seperempatnya menderita sakit yang mengganggu tidur mereka dalam 10 malam atau lebih per bulannya. Kondisi kronis seperti parkinson dan diabetes membuat Anda sulit untuk tertidur karena akan terjaga semalaman.

* Naik dan turunnya produksi hormon wanita

Di awal dan akhir dari siklus menstruasi, kadar hormon progesteron yang rendah dapat menyebabkan sulit untuk tidur. Jika Anda menganggap hormonlah yang menyebabkan gangguan tidur, buatlah semacam catatan harian tidur Anda dalam satu bulan. Hal ini dapat membantu Anda menentukan pada periode mana, Anda harus menghindari konsumsi kafein, alkohol dan lainnya yang dapat memperparah gangguan tidur ini. Selama menopause, fluktuasi kadar estrogen dapat menyebabkan kesulitan tidur. Terapi penggantian estrogen seringkali dapat membantu.

* Obat-obatan

Obat tertentu seperti corticosteroid dan beberapa obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, asma dan depresi dapat mengganggu tidur. Begitu juga obat untuk kelenjar gondok jika dosisnya terlalu tinggi. Banyak obat-obatan umum termasuk obat untuk mengatasi hidung mampat dan obat untuk menurunkan berat badan, mengandung zat perangsang seperti pseudoephedrine dan beberapa formula dari aspirin juga mengandung kafein. Jika Anda mengalami gangguan tidur, cek kembali obat-obat Anda dengan bantuan dokter.

* Depresi

Peneliti di laboratorium yang khusus mengamati tentang tidur menemukan adanya ketidaknormalan tidur pada orang yang mengalami depresi, termasuk berkurangnya periode tidur slow-brain-wave dan sebuah gangguan awal pada bagian pertama dari tidur REM. Peneliti menunjukkan sebanyak 90% dari orang yang menderita depresi menderita gangguan tidur. Hal ini dapat mencangkup dari masalah terbangun lebih awal sampai kelebihan tidur. Obat anti depresi dapat membantu masalah ini.

sumber: www.indonesiaindonesia.com
Copyright © Beranda Kita - Blogger Theme by BloggerThemes