Orsinilkah Tindakan Kita?

Kapan kita semestinya tertawa, menangis, merajuk, mengiba, bahkan menjilat???

Kadang, sikap yang kita pertunjukkan adalah refleksi dari sikap orang lain. Tidak jarang, respon yang kita tunjukkan berlebihan. Wajarlah jika kita sering sekali mengenal istilah; Salah Tingkah, Mati Gaya, Buang Gaya, atau apapun itu namanya.

Jadi, kira-kira bagaimana kita seharusnya bersikap tepat atau tepat bersikap???

Sebelum lebih jauh, dimanakah letak perbedaan sikap dengan tindakan?? Saya yakin pembaca sekalian punya jawaban untuk pertanyaan yang satu ini.

Saya akan mencoba jujur untuk menjabarkan sesuatu yang berkaitan dengan 'Tindakan Orsinil' jika di-Englishkan kira-kira akan berbunyi 'The Original Action'. Inipun akan saya batasi seputar kehidupan sehari-hari yang seringkali terlewatkan oleh mata duniawi.

Sesungguhnya, membangun komunikasi, dilanjutkan dengan bersikap, dan bermuara pada hasil dari tindakan kita sebagai manusia normal kadang sering kesasar untuk kembali kepada diri sendiri -dalam arti menjadi diri sendiri. Benar adanya, jika ada pepatah mengatakan 'cermin kita di masyarakat adalah mata orang lain'. Dan, untuk menerima tulisan yang saya buat ini secara bijak pun, mungkin hebat sulit bukan main. Tentunya, saya berasumsi bahan ini sudah melalui proses filterasi terlebih dahulu dalam kepala kita.

Hidup yang kita sama-sama jalani bukan hanya sebatas berpejam di kamar, mengunyah di dapur, dan berjongkok di toilet. Apalagi, orang kantoran yang setiap harinya bertemu dengan orang lain secara formal maupun sebaliknya. Mulai dari berangkat ke tempat kerja, entah itu menumpang angkutan atau bawa kendaraan pribadi. Banyak hal yang terbaca di jalan saat berangkat. Sadar atau tidak, hal ini menentukan sikap dan tindakan setibanya di tempat kerja.

Emosi, ego dan gamang yang dibawa dari rumah bisa saja menguap saat kita berpapasan dengan orang lain yang kita kenal di jalan. Mungkin juga tidak. Semua tergantung kebutuhan kita, apakah perlu melanjutkan ke tahap komunikasi langsung.

Beberapa sikap yang saya tangkap dan mampu mempengaruhi tindakan kita ke depan:

  1. 'Basa-Basi' adalah salah satu sikap yang tidak asli. Seseorang yang sering membubuhi basa-basi di awal percakapan, memiliki keterbatasan untuk mengupayakan diri yang sebenarnya. Basa-basi perlu, tapi takarannya mestilah tepat.
  2. 'Gugup' saat berbincang. Bisa jadi, informasi yang kita lihat dan dengarkan dari orang yang mudah gugup kurang valid. Maka, perlulah penekanan intonasi saat berbicara dengan orang seperti ini.
  3. 'Pecicilan' atau 'Kebanyakan Gaya'. Sudah pasti bukan sikap yang orsinil. Banyak orang dekat yang meyakinkan kita dengan ucapan seperti "Dia memang gayanya seperti itu..." Saya rasa pernyataan seperti itu kurang tepat. Karena, pribadi asli seseorang dapat kita baca saat dia mengalami dua hal yang paling kental dalam hidup, Suka dan Duka.
  4. Dan, masih banyak lagi yang masih bisa Pembaca sekalian tambahkan.

Boleh jadi, 'banyak gaya' terlihat saat seseorang berada pada masa-masa suka atau bahagia. Apakah sikap itu masih ada saat dia bertemu dengan masa-masa dukanya sendiri? saya rasa jawabannya tidak.

Nah, untuk mengetahui pribadi dan jenis tindakan yang kerap dilakukan dalam mengatasi masalah pada seseorang adalah = Masa Suka (+) Masa Duka (:) dibagi 2.

Sudah punya jawaban??? Jika rekan Pembaca berkenan, tidak ada salahnya share di sini untuk memberi hasil yang tepat berkaitan rumus di atas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadilah orang bijak, untuk tidak spamming dalam komentar.

Copyright © Beranda Kita - Blogger Theme by BloggerThemes