Badai Hipokritas

Pernah terdengar syairnya Bang Chindra yang menggambarkan betapa hinanya "Hipokriters" (alah, kata pelakunya ngarang). Selalu digambarkan hipokritis setali tiga uang dengan Penjilat, dimana pengorbanan yang dilakukan adalah demi mengorbankan orang lain pada akhirnya, untuk keuntungan diri (bodong)-nya sendiri.
Kalau diamati secara mendalam, ternyata "bahan dasar" sifat manusia pada umumnya berusaha se-naif mungkin di antara sesamanya untuk mengejar apa yang diinginkan. Lebih tepatnya, manusia berpotensi memiliki sifat menjilat "kaki" manusia lain yang lebih tinggi stratanya dalam berbagai hal.
Tapi, jujur. Saya kadang menyukai gelagat awal para penjilat ini, lucu kadang. Sebab, dalam kondisi bagaimanapun sang "Penjilat" akan berusaha sekuat tenaga terlihat Perfect di depan calon korbannya. Sikap sopan santun serta respect yang berlebih, membuat Penjilat ini layaknya Diplomat ulung. Sikap hormat yang sajikan sedemikian rupa adalah salah satu jebakan yang ampuh, dengan sedikit dibumbui pujian korbanpun mungkin hilang kesadaran sesaat hingga 75%.
Penjilat tak ayalnya Pengkhianat, kedua predikat biasanya dikemas dalam satu paket. Menjilat diawalnya, lalu berkhianat di akhir. Mantap dah..., jadi geregetan!!! (kayak ljudul lagu Sherina) ma yang namanya Penjilat!!!, and.. mudah-mudahan kita tidak termasuk pada 2 (dua) kriteria tersebut tadi. amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadilah orang bijak, untuk tidak spamming dalam komentar.

Copyright © Beranda Kita - Blogger Theme by BloggerThemes